I

Alienum phaedrum torquatos nec eu, vis detraxit periculis exs, nihil expetendis in mei. Mei an pericula euripidis, hinc partem ei est. Eos ei nisl graecis, vix aperiri consequat

/ Lifestyle / Hadiri Acara Deklarasi Netizen 2018 di Gedung MPR, Kenapa Tidak?

Hadiri Acara Deklarasi Netizen 2018 di Gedung MPR, Kenapa Tidak?

7-9 Desember 2018, saya dikasih kesempatan untuk bisa hadir di acara Deklarasi Netizen MPR RI 2018 di Jakarta. Mungkin kalian yang temenan dengan saya di Instagram udah tau hal ini dari postingan feed atau story yang saya bagikan. But you know what, banyak yang nyangka saya kesana hanya jalan-jalan aja mengingat apa yang saya bagikan di media sosial itu hanyalah senang-senangnya aja.
Well, let me tell you ♥

2 hari sebelumnya, saya ditawarin mengikuti acara Deklarasi Netizen MPR RI 2018 oleh ketua dan sekretaris komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, yaitu kak Nunu dan kak Tari. Seneng banget boleh dong ya secara saya dipercayain oleh petinggi komunitas ini untuk mewakili Blogger Makassar hadir di acara nasional tersebut. Come on, ini acara dari MPR di Jakarta lho. Selama ini saya ngeblog, diundang ke event receh aja senangnya bukan main, apalagi di acara kenegaraan begini. Ngga ngerti lagi, betapa bersyukurnya saya atas jalan yang Allah berikan tepat disaat saya mutusin untuk resign dari Bandar Udara Tampa Padang Mamuju.

Ngga mikir lama, udah spontan aja saya terima tawaran itu. Dan di hari Jumat pagi, 7 Desember 2018, saya dengan 3 Blogger Makassar lainnya Kak Evhy, Raya, dan Faril terbang menuju Jakarta via Batik Air.
Apa sih Deklarasi Netizen MPR RI itu? Jadi, kegiatan tersebut merupakan kegiatan deklarasi yang dilaksanakan guna mensosialisasikan 4 pilar MPR RI. Dimana pesertanya diwakili oleh 44 orang perwakilan yang berprofesi sebagai Blogger, Vlogger, Pegiat Literasi, dan Penulis Konten Online dari 11 wilayah di Indonesia yakni Jakarta, Semarang, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Lampung, Makassar, Manado, dan Denpasar.

Delegasi Makassar

Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang sudah terlaksana selama 3 tahun, sehingga nantinya setelah acara ini 44 orang yang terpilih bisa menularkan Deklarasi Netizen dan 4 Pilar MPR kepada komunitas dan daerahnya.

4 Pilar MPR itu antara lain :
1. Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara
2. UUD RI 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara
4. Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara

♡♡♡
Jumat malam (7 Desember 2018) setelah sholat magrib, bertempat di Hotel Sultan Jakarta, kami 44 orang perwakilan dari 11 wilayah merumuskan Deklarasi Netizen. Deklarasi ini yang jelas harapannya bisa jadi pedoman para netizen dalam bermedia sosial. Ini beneran sih, kita sampe semalaman suntuk berdiskusi hanya untuk ngerumusin isi deklarasinya karena keesokan harinya, deklarasi tsb harus disahkan di Gedung MPR Jakarta.

Mira Sahid (Founder Komunitas Kumpulan Emak Blogger) – Siti Fauziyah (Humas MPR RI) – Andrian (Panitia Deklarasi Netizen)

Disini saya dimasukkin di kelompok 1, bersatu dengan beberapa perwakilan daerah lain untuk bertukar pikiran. Semuanya udah pada senior, dan saya ngerasa kayak anak bawang karena paling muda diantara semuanya. Ada perasaan “apalah saya ini”. Kalian bisa rasain ngga? Ngerasa ngga layak gitu buat ngomong.

Kelompok 1 Sedang Diskusi Merumuskan Deklarasi Netizen

Tapi secepat mungkin saya tepis perasaan itu hingga akhirnya saya beranikan diri untuk mengeluarkan aspirasi saya sebagai perwakilan dari Makassar. Selesai bicara rasanya plong. Suwer!

Beberapa jam kemudian, jadilah rumusan kasar Deklarasi Netizen-nya. Rumusan itu dikumpulin ke Kak Mira Sahid (founder KEB, komunitas Kumpulan Emak Blogger) selaku koordinator para peserta untuk kemudian diserahkan ke panitia acara Deklarasi Netizen MPR RI 2018, Mas Andrian. Dan Sabtu 8 Desember 2018 (hari kedua), rumusan tersebut disahkan di Gedung MPR yang agendanya berupa pembacaan deklarasi dan penandatanganan Deklarasi Netizen oleh seluruh peserta.

Adapun isi Deklarasi Netizen tsb :

1. Tidak Menyebarkan Konten HOAX dan SARA
2. Bijak Bermedia Sosial Sesuai dengan Pancasila
3. Menerapkan Empat Pilar MPR RI dalam Literasi Digital
4. Bersatu Membuat Keren Indonesia dengan Konten yang Positif
Saya Menandatangani Dokumen Deklarasi Netizen

Selepas acara di Gedung MPR, kami para peserta diajak untuk mengunjungi Museum MACAN, Kota Tua, dan Jimbaran Bali di Pantai Ancol menggunakan bus. Jalan-jalan ini benar-benar saya nikmatin. Dalam bus saya juga dapat temen baru dari Surabaya, namanya Mba Nurul. Doi ini udah pernah ke Amerika lho karena diinvite sama Google.

Di Museum Macan
Di Kota Tua
Di Jimbaran Bali Ancol

Oh yah sampai lupa kasitau soal temen sekamar saya di hotel, juga ngga kalah keren dari Mba Nurul ini. Namanya Mba Indah Juli, co founder komunitas KEB (Kumpulan Emak Blogger) asal Jogja. Saya rasa hampir semua blogger-blogger di Indonesia kenal doi karena doi itu juga pernah jadi ketua Blogfam (Blogger Family), komunitas blogger tertua di Indonesia. Widih! Merinding saya denger pengalaman-pengalaman blogger senior ini semuanya. Nantilah kalo banyak yang minta, bakal saya ceritain di postingan blog selanjutnya.

♡♡♡

Di hari ketiga, Minggu 9 Desember 2018 kami peserta diagendakan untuk hadir lagi di Gedung MPR dalam rangka penutupan acara Deklarasi Netizen MPR RI 2018. So yeah, this is our last day in Jakarta. Sedih banget 3 hari rasanya sangat singkat. Baru juga mau lebih akrab dengan blogger lain, eh udah waktunya pulang. Ops, sorry jadi curcol!

Menurut saya, acara penutupan di Gedung MPR ini cukup berkesan karena selain dihadiri oleh Sekretaris Jendral (Sesjen) MPR RI, Pak Ma’ruf Cahyono dan Kabiro Humas MPR RI, Bu Siti Fauziah, acara ini juga diliput oleh berbagai media nasional. Kalau udah diliput media sih, saya bawaannya seneng banget karena kalo pulang bisa bawa oleh-oleh cerita membangakan ke keluarga.

Rangkaian acara penutupan juga menurut saya begitu khidmat karena diawal acara setelah gladi bersih, kami peserta diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, masuklah ke sesi dimana Bu Siti Fauziyah dan Pak Ma’ruf Cahyono ini berbicara. Mereka menyampaikan pesan ke kami untuk menjadi netizen yang cerdas, dan banyak memberikan bekal ke kami selaku pegiat literasi digital. I’m so proud to be there bisa ketemu dengan kedua orang hebat ini.
Pak Ma’ruf Cahyono

Setelah acara penutupan berakhir, kami peserta balik ke hotel untuk check out dan meneruskan kegiatan masing-masing karena acaranya udah bebas. So, kami dari Blogger Makassar juga siap-siap melanjutkan kepentingan yang perlu diselesaikan di Jakarta sebelum balik ke Kota Daeng. Saya dan Kak Evhy sepakat untuk bareng ke rumah temen di Setia Budi, Jakarta Selatan. Sementara Raya mengunjungi tantenya, dan Faril mengunjungi temennya. Udah gitu ajah!

♡♡♡

Di akhir postingan, deep inside saya makasih banget ke komunitas Blogger Makassar, utamanya ke Kak Nunu dan Kak Tari yang udah ngasih saya kesempatan untuk bisa menghadiri acara kenegaraan yang membanggakan ini. Kalau mau dipikir, ada banyak anggota Blogger Makassar yang lebih layak untuk mengikuti kegiatan ini. Mereka jauh lebih jago, lebih hebat, lebih senior dari saya. Tapi kenapa saya yang dipilih? Saya rasa mungkin saya lagi beruntung. ♥

Suryani Palamui
Keep in touch with me
Instagram : @suryanipalamui

Post a Comment