Jurusan Arsitektur Harus Bisa Gambar, Ini 7 Tips Untuk Kamu Calon Arsitek!

Tips Arsitektur Bisa Gambar

Assalamualaikum kak, salam kenal aku K siswa SMA. Aku tadi browsing di Google tentang Arsitektur dan rencananya ke depan aku ingin kuliah jurusan Arsitektur. Tapi aku anaknya ngga bisa gambar kak. Jadi kakak punya saran atau masukan supaya bisa gambar?

Beberapa waktu yang lalu saya coba ngecek DM Instagram dan menemukan beberapa pertanyaan seperti di atas. Sebelumnya maaf banget saya ga ngerespon cepat pertanyaan tersebut karena saya pengen ngejawab pertanyaan ini lebih detail.

Jujur aja pertanyaan seperti di atas sering banget saya dapetin di DM. Mungkin tulisan saya tentang Syarat Masuk Jurusan Arsitektur kurang nampol kali yaa. Hehe. Well, untuk kamu yang belum baca tulisan Arsitektur saya yang lain kamu boleh mampir ke link di bawah ini dulu.

Baca Juga : 10 Syarat Masuk Jurusan Arsitektur, Mitos atau Fakta?

Sebelum pertanyaan di atas, saya pengen ngasih tau dulu, bahwa kata “bisa gambar” ini yang saya maksud seperti apa. Kalo kamu ngerasa maksud saya adalah “orang yang punya bakat gambar”, itu artinya kamu salah. Karena “bisa gambar” yang saya maksud adalah orang yang meskipun ga punya bakat gambar, dia ada kemauan untuk bisa gambar.

Menurut saya, “bisa gambar” itu perkara latihan. Memang sih, orang yang punya bakat gambar akan lebih mudah untuk jadi Arsitek. Tapi untuk kamu yang yang ga ada bakat pun ga masalah. Saya yakin 100% kamu tetep bisa jadi Arsitek selama kamu ada keinginan untuk bisa gambar.

Oke, sampai disini kita udah sepemahaman ya…

Mungkin akan ada yang bertanya, berarti semua orang bisa jadi Arsitek dong? Yap! Menurut saya semua orang bisa jadi Arsitek. Ga ada yang ga mungkin meski kamu ga punya bakat gambar. Hanya saja yang perlu kamu pertimbangin, apa kamu yakin dan siap berkutat dengan gambar dan desain bangunan setiap saat? Apa kamu ada passion di bidang itu? Kalau kamu sanggup dan punya ketertarikan di bidang itu, go ahead!

Ingat, bahkan orang yang punya bakat gambar sekalipun kalo dianya ngga ada gairah untuk menggambar, atau bahkan buruknya, dia ngga suka menggambar (dalam hal ini desain dan gambar bangunan), dia ga bakal bisa jadi Arsitek.

Nah, kamu yang udah membaca tulisan saya sejauh ini, pastinya kepengen banget dong jadi Arsitek? Hehe tenang, disini saya akan kasih kamu beberapa tips supaya kamu bisa gambar untuk kamu si calon Arsitek. FYI, saya ngasih tips ini berdasarkan pengalaman pribadi yaa, karena sayapun ngerasa ga terlalu berbakat dalam bidang gambar menggambar, haha!

1. Tanamkan Niat dan Tekad yang Kuat

Hehe, tips di atas klise banget sih ya! Tapi please, kamu jangan anggap remeh hal ini, karena ini adalah pondasi dasar untuk kamu bisa menggambar dan mengejar impian kamu menjadi seorang Arsitek. Sedikit aja niat atau tekad kamu goyah, saya jadi ragu apakah kamu akan bisa menggambar di versi terbaiknya kamu.

Terus gimana dong kalo niat ini goyah sewaktu-waktu? Kita kan ga tau manusia itu berubah-ubah, dan yang namanya mengkonsistensikan niat itu ga gampang.

Well, kalau saya ada di posisi seperti itu, yang saya lakuin adalah nonton dan baca platform mana aja yang menyajikan cerita pengalaman dari Arsitek hebat. Lihat karyanya satu-satu, dan bayangin kalo suatu saat kita bisa punya karya hebat kayak mereka juga.

Atau bisa juga dengan mencari teman seperjuangan yang bisa saling ngingatin. Tapi ini jadinya kayak kita bergantung sih sama orang lain. Sewaktu-waktu kalau orang itu ga ada, yah niat dan tekad kita pun akan sirna juga.

Saya ga tau sih apakah cara saya kalo kamu terapin bisa nampol atau ngga. Cuma kalo di saya sih, setiap saya mengkonsumsi cerita pengalaman seorang Arsitek, atau yang berbau desain dan Arsitektur, keinginan saya jadi kuat kembali untuk menjadi seorang Arsitek dan hasilnya kerjaan ngegambar tuh jadi giat. Yah, ibarat handphone yang kehabisan baterai harus selalu di charge, begitu pula dengan niat kita harus di charge dengan konten Arsitektur yang memotivasi dan inspiratif.

Kalaupun nantinya kamu jadi ga ada gairah setelah nonton atau baca hal-hal inspiratif desain dan Arsitektur tadi, saya rasa kamu emang ga benar-benar pengen jadi Arsitek. Sorry to say, faktanya ga sedikit orang yang udah terlanjur masuk di jurusan Arsitektur, pada akhirnya malah out karena mereka sudah tidak ada gairah di bidang tersebut.

2. Sering Explore Macam dan Bentuk Desain Bangunan

Di Arsitektur, ada banyak banget bentuk dan macam bangunan yang di desain oleh beragam Arsitek. Bahkan untuk bangunan sederhana seperti rumah pun, itu bentuknya bisa macam-macam.

Pertama-tama kamu harus tau dulu jenis atau gaya Arsitektur yang udah ada di muka bumi ini itu apa aja. Pelajarin karakteristik dari setiap gaya Arsitektur yang ada. Gunanya apa? Supaya nantinya kamu ga hanya sekedar gambar, tapi tahu konsep desain dari bangunan yang kamu ciptain.

Sering-sering deh lihat desain bangunan karya orang. Apalagi kalo misalkan kamu lagi jalan, coba perhatiin konsep dan desain bentuk bangunan atau elemen bangunan yang dipakai itu apa. Karena ga menutup kemungkinan eleman desain tersebut bisa juga kamu pakai untuk desain bangunan kamu sendiri.

Intinya sih, di tahap ini kamu hanya perlu lihat, perhatiin, dan pelajari dulu aja apa yang ada dan nampak di mata kamu. Ga usah dulu coret-coret di kertas. Ingat, ini bukan gambar halu soalnya. Ini kita mau gambar gedung yang mau dipakai atau dihuni sama manusia. So, memperhatikan elemen dari setiap bangunan itu penting banget supaya kamu nantinya ga asal desain.

Biasain diri kamu untuk selalu memperhatikan suatu objek bangunan dari desain dan konsepnya. Dengan begitu, kamu ketika mendesain nanti jadi akan lebih peka.

3. Ikuti Gambar Desain Bangunan Mulai dari yang Termudah

Kalau kamu udah merasa bekal di poin dua tadi udah lumayan terpenuhi, selanjutnya adalah mulai menggambar. Ga usah gambar yang susah-susah dulu! Please, jangan paksain diri kamu untuk hal yang kamu sendiri masih belum mampu.

Yang paling mudahnya, kamu bisa mulai dari gambar denah suatu bangunan sederhana dulu seperti rumah. Coba deh kamu browsing di Internet contoh denah rumah yang kecil aja, terus kamu ikutin. Ini kamu gambarnya free hand aja ya. Pakai pensil sama penggaris aja udah cukup.

Kalau mau lebih enak gambarnya, kamu bisa beli buku milimeter block, terus latihan buat denah disitu sesering yang kamu mau. Kamu bisa gambar mulai dari denah, masuk ke tampak, kemudian potongan, dll hingga nantinya bisa gambar perspektif.

Oh iya, mungkin ada pertanyaan, kok ga belajar teknik gambar sih? Atau belajar jenis-jenis garis dan semacamnya? Kok langsung main gambar denah aja?

Jawaban saya, karena menurut saya printilan teknik gambar yang seperti itu ga terlalu diaplikasiin di dunia kerja. Kamu mau sejago apa sketsa free hand model perspektif dsb dengan hasil yang WOW, itu ga pengaruh saat ngobrol dengan klien kamu nantinya. Kenapa? Karena kita udah ada di zaman digital. Gambarpun harus gambar digital.

Baca Juga : 5 Prospek Kerja + Gaji Lulusan Teknik Sipil dan Arsitektur. Ada Bonus Cerita Pengalaman Kerja!

Yah kan ga mungkin kamu presentasi ke klien dengan gambar sketsa tangan. Mungkin di awal meeting kamu akan coba men-sketsa manual desain yang diinginkan owner. Tapi untuk kelanjutannya, kamu udah harus pindah ke digital.

Tapi saya bakal sangat applause dengan kamu kalau kamu jago sketsa free hand dan paham dengan teknik dan eleman-eleman gambar. Kamu benar-benar keren! Yang penting, skill ngegambar free hand kamu ini bisa seimbang dengan skill ngegambar digital kamu nantinya.

Di poin ini juga, menurut saya kamu perlu tau jenis arsiran di Arsitektur. Misalkan untuk lantai dengan cor-an beton itu arsirannya seperti apa. Atau misalkan untuk kolom beton itu arsirannya seperti apa. Nah, itu semua bisa kamu pelajari secara otodidak di Internet.

4. Perbanyak Referensi Bahan dan Material Bangunan

Sekarang di tahap ini kamu harus perbanyak ilmu soal bahan dan material bangunan. Yah menurut saya pribadi agak berat sih, karena saya tuh jujur agak susah dan kurang peka sama material bangunan waktu dulu. Sekarang sih, alhamdulillah sedikit-sedikit udah mulai tau, hehe.

Kuncinya sih, rajin nanya aja sama yang lebih tau. Jangan malu bertanya sereceh apapun pertanyaan kamu. Kalau kamu ngga tau, yah kamu harus berani nanya. Kalo misalkan masih malu juga, kamu bisa ingat pesan ini “Malu itu cuma 5 menit. 5 MENIT DOANG! Tapi kamu bakal TAHU SEUMUR HIDUP.”

Cara simple ga ribetnya, kamu bisa cari desain rumah misalkan yang udah ada RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya. Nah, di RAB itu kan ada item-item pekerjaan, coba deh untuk di pelajarin RABnya di dalam itu pakai material apa. Kalau kamu ga tau istilah yang ada di dalam RAB itu, kamu bisa googling, atau nanya ke si pembuat RAB.

5. Pelajari Komposisi Warna dan Material

Saat kamu udah merasa lumayan khatam dengan bahan dan material bangunan, kamu bisa lanjut dengan mempelajari komposisi warna. Saya sebenarnya ga ada ilmu pasti sih soal komposisi warna ini, karena ilmu ini di saya itu berdasarkan feeling aja seiring seringnya saya ngelihat berbagai macam desain bangunan.

So, disini kamu perlu mengasah taste material dan warna untuk desain suatu bangunan aja. Misalkan pas kamu ngelihat desain A, perhatiin kombinasi warna apa dan material apa yang digunain. Apakah cocok jika kombinasi warna dan material itu di terapin di desain bangunan kamu? Kalau ga cocok, kamu bisa modifikasi dengan menambah referensi dari desain bangunan yang lain.

6. Pelajari Software Gambar 2D dan 3D

Bagian ini menurut saya penting banget. Kamu wajib tahu mengaplikasikan software gambar 2D dan 3D. Ini sama sekali ga bisa di skip. Entah sih ya, tapi setahu saya, ga ada Arsitek yang ga tau mengoperasikan software gambar 2D dan 3D, kecuali dia Arsitek jaman baheula yang dulunya mereka hidup di jaman non digital.

Oke, tanpa berlama-lama, aplikasi gambar 2D yang saya maksud itu adalah AutoCAD, dan aplikasi gambar 3D adalah Sketchup. Oh iya, aplikasi tambahan untuk rendering yang juga wajib kamu tahu adalah V-Ray, atau kamu bisa juga pakai Lumion, atau Enscape, atau Keyshot seperti saya (aplikasi renderingnya dipilih salah satu aja ya).

Saya ga akan panjang lebar bahas kesemua software gambar diatas, karena tentunya itu akan butuh banyak banget waktu untuk dijelasin. Yang pasti, itu adalah software dasar dan umum yang digunain oleh Arsitek ketika mendesain bangunan.

Selebihnya, kamu juga perlu belajar Adobe Photoshop, Corel Draw atau Adobe Illustrator sebagai skill dasar desain.

Ga usah ragu kalau kamu perlu ngambil kursus, silakan ambil kursusnya. Karena ini adalah investasi ilmu yang penting banget di Arsitektur. Kalau mau otodidakpun ga masalah, kamu bisa belajar di Youtube. Ada banyak banget kok tutorialnya. Pakai keyword “untuk pemula” ya pas nyari media pembelajarannya.

7. Kembangkan Ide Desain dan Terus Latihan!

Kamu udah ikut kursus, bahkan udah tau ilmunya, itu akan percuma kalau kamu ga kembangin ide desain kamu dengan latihan. Please, terus latihan ini penting banget karena inilah yang bisa ngebuat kamu unggul dari yang lain. Semakin sering berlatih, semakin kamu bisa jadi expert.

Ingat, kalau udah mulai malas untuk latihan, coba tonton video inspiratif dan motivasi terkait desain Arsitektur. Lihat karya-karya Arsitek hebat. Bayangin kamu bisa seperti mereka juga. Insya Allah, semangat kamu untuk terus berlatih akan baik!


Oke deh, segitu aja tulisan saya kali ini. Meski tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadiku aja, semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan terkait “Arsitek Bisa Gambar” seperti yang kamu harapin. Jangan sungkan buat nanya-nanya di kolom komentar di bawah ya! Kamu juga bisa lihat pengalaman saya di dunia Arsitektur ini, dengan mengunjungi Instagram saya di @suryanipalamui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *