Alasan Saya Pindah dari Blogger ke WordPress

Alasan Saya Pindah dari Blogger ke WordPress

Beberapa hari terkahir ini, mungkin pasnya di awal Maret 2019 saya ngga banyak bersua di dunia maya. Di grup-grup media sosial pun juga ngga begitu aktif. Tau alasannya kenapa? Haha, ya ngga salah lagi itu semua karena saya sibuk berbenah website sendiri.

Udah ngga bisa dihitung udah keberapa kalinya saya ngotak atik blog kesayangan saya ini, Yanikmatilah Saja. Saya selalu merasa ada yang kurang, ada yang ngga enak, dan selalu merasa ngga puas. Ujung-ujungnya, saya pun pindah ke WordPress.

Begini Awalnya...

Niatan saya untuk pindah ke WordPress ini sebenarnya udah dari akhir tahun lalu. Awalnya saya sering nemu dan baca artikel blogger luar yang mengangkat topik blog. Inti dari tulisan mereka yang saya tangkap cukup rasis yah karena WordPress-lah yang selalu disebut-sebut. Sementara Blogger, hanya beberapa yang menyebutkannya, itupun diakhir kalimat atau postingan, mereka tetap merekomendasikan WordPress daripada Blogger.

Ngga cuma disitu aja, di grup-grup Blogger yang saya ikuti, yang isinya para mastah di bidang perbloggeran, mereka banyak yang menyarankan bahkan nganjurin untuk menggunakan WordPress kalau benar-benar ingin menggeluti dunia blog secara profesional.

“Emang pake Blogger ngga bisa jadi Blogger Profesional?”

Dari info yang selama ini saya dapatkan, keunggulan WordPress (self hosted) yang selalu diangung-agungkan itu adalah karena kita punya kendali atas website yang kita punya secara penuh. Berbeda dengan platform Blogger atau Blogspot, status kepemilikan kita hanya numpang sama Google. So, sewaktu-waktu Google ingin menutup Blogger, ya tamatlah sudah kita-kita ini si pengguna Blogspot.

Saya sih jujur aja ngga peduli dengan kepemilikan itu, mau saya numpang atau ngga, yang penting saya ngerasa nyaman aja dengan Blogspot yang bisa ngasih saya wadah untuk menulis dan berbagi secara mudah. Kalopun emang nantinya mau ditutup, saya rasa itu bakal lamaaaaa banget mengingat masih banyak orang-orang yang pake Blogger. Toh Adsense juga lebih klop sama Blogger, kan sama-sama dari Google. Hehe.

Blogger/ Blogspot juga semua toolsnya sangat gampang dipahami. Dulupun saya pernah pakai WordPress (tapi yang gratisan), dan yang saya rasain adalah masih lebih enak pakai Blogspot. Karena itulah, WordPress saya tinggalin dan sayapun memutuskan untuk fokus ke platform Blogger.

Apalagi, hal yang bikin saya masih enggan pake WordPress (self hosted) itu adalah karena biaya yang diperlukan untuk website saya pasti akan bertambah 2x lipat. Mungkin untuk blogger yang punya ribuan viewers per hari, ditambah dengan blognya yang berhasil di monetize secara baik, biaya-biaya itu ngga ada apa-apanya.

Tapi saya ngga bisa bro sist, soalnya saya baru bisa menghasilkan dari blog itu pas awal 2017. Itupun sempat lama banget ngga fighting disitu karena harus kerja di luar kota sehingga otomatis blognya rada-rada terabaikan. Nulis sih masih tetap, tapi penghasilan dari blognya hampir-hampir ngga ada. Takutnya, kalo saya paksain pindah WordPress ujung-ujungnya saya bisa tekor buat bayarin domain dan hostingnya.

Dan jujur, saya ngga mau pake duit saya di Arsitektur buat bayarin tetek bengeknya blog Yanikmatilah Saja. I mean, segala duit yang saya keluarin untuk membayar Yanikmatilah Saja, haruslah duit yang benar-benar saya dapatkan dari job Blog or Social Media. Bukan yang lain.

Lalu Kenapa Akhirnya Pindah ke WordPress?

Sampai akhirnya di Februari 2019, di saat saya dipercaya jadi Sekretaris Blogger Makassar Anging Mammiri (AM), makin banyaklah suara-suara dari petinggi-petinggi AM yang masuk agar saya pindah ke WordPress. Kebetulannya, diawal kepengurusan ini juga diadakan kelas Blog secara free oleh Kak Andita Sely Bestoro (anggota AM) yang sepanjang pengamatan saya, beliau ini adalah orang yang jago banget kalo udah bahas SEO, optimasi website, pokoknya hal-hal yang bikin website kita punya integritas bagus di mata Google.

Itu materi yang dari dulu banget pengen saya tau. Karena menurut saya yah kunci keberhasilannya suatu website/ blog bukan di bentuk tampilannya yang bagus atau wah, melainkan traffic atau banyaknya pengunjung yang bisa dengan mudah menemukan blog kita di mesin pencarian. Dan kelas yang dibuat oleh Kak Andita ini pas banget untuk saya ikuti untuk mempelajari itu semua.

Tentu aja saya ikut dong! Sayangnya di pertemuan pertama saya ngga sempat hadir karena ada kesibukan lain saat itu. Tapi melihat hasil pertemuan pertama yang diinfoin oleh Kak Evhy (ketua AM) ke saya, kok kayak-kayaknya (padahal emang iya) teknis yang dibahas lebih condong untuk pengguna WordPress ya? Dalam artian, ada hal-hal yang disampaikan oleh Kak Andita, yang kalau mau diaplikasikan ke Blogger/ Blogspot, itu ngga semudah kalau mau ngeset di WordPress.

Nah, honestly disini tuh persentase hati udah 75% mau pindah WordPress.

Dan yang 25%nya bertambah saat terjadi sesuatu yang error saat saya ngotak atik template sendiri di Blogspot. Sementara, di grup Blogger lain sempat ada saya temuin perbincangan oleh orang-orang WordPress, yang inti dari perbincangan itu adalah justru dengan WordPress-lah kamu bisa lebih leluasa mengotak-atik tampilan blog tanpa harus terjebak oleh kode html. Semuanya menjadi termudahkan berkat adanya plugin.

Finally, Saya Move On!

Serius! Saat itu juga saya cari tutorial cara migrasi dari Blogspot ke WordPress. Sebelumnya juga saya udah pernah nanya ke senior-senior Blogger di AM apa dampaknya kalo kita migrasi. Apakah komentar akan hilang? Traffic akan berkurang? Jawaban mereka ngga ada yang berubah. So, ngga ada alasan lagi buat saya untuk bertahan di Blogspot. Permasalahan besar selama ini yang saya alami di Blogspot ada di part ketika saya pengen ngotak atik template/ tampilan blog yang mau ngga mau harus ngedit kode htmlnya.

Kalo masalah duit buat bayar domain dan hosting, alhamdulillah sejak stay di Makassar kembali, job blog dan penghasilan mulai terlihat ada peningkatan. Dan tentu uangnya bisa dipake buat beli domain hostingnya. Hehe.

Dan menjawab pertanyaan saya sendiri mengenai “Apakah pengguna Blogger ngga bisa jadi Blogger Profesional?” udah saya dapatkan setelah beberapa hari menggunakan WordPress. Dan jawabannya bukannya ngga bisa, tentu aja BISA. Namun menggunakan Blogger ngga semudah menggunakan WordPress (self hosted) karena di WordPress terdapat bantuan plugin, navigasi, sampai kemudahan untuk optimasinya.

So, this is it. Yanikmatilah Saja dengan wajah baru, dan saya seneng banget karena ngga pernah sebahagia ini bisa ngedesain blog sendiri sebegininya. Caranya gampang banget pula, ngga butuh kode-kodean. Semuanya plugin yang membereskan. Dan setelah inipun, ngikutin kelas blognya kak Andita bisa nyambung. Haha.

Suryani Palamui
Alasan Saya Pindah dari Blogger ke WordPress Yanikmatilah Saja

13 thoughts on “Alasan Saya Pindah dari Blogger ke WordPress

  1. wah ternyata getu ya alasannya pindah dari blogger ke wordpress, jadi lebih mudah wordpress ya kak, kebetulan saya juga pakai wordpress nih tapi lumayan bingung dan pusing juga soalnya masih awam banget hehehe maklum pemula kak 😀

  2. Justru kebalikan dengan saya, dari wp pindah ke blogspot. Semuanya sebenarnya hanya soal selera. Kalau saya manyarankan jika menggunakan wp lebih bagusnya yang berbayar. Yang link judul artikelnya tidak ada tanggal dsn tahunnya.

  3. Selamat atas rumah barunya di WordPress, Kak Yani 😀

    Saya juga termasuk orang yang berkali-kali ganti platform untuk blogging, mulai dari Blogspot lalu pindah ke WordPress. Beberapa bulan kemudian pindah lagi ke Blogspot, terus pindah lagi ke WordPress. Begitu terus hingga akhirnya sekarang saya menetap di WordPress

    Saya lebih menyukai WordPress juga karena tampilannya yang lebih elegan menurut saya dan juga sama seperti yang Mbak Yani bilang, tidak terlalu ribet berurusan dengan kode HTML layaknya Blogspot.

    Selain itu juga Blogspot sepertinya tidak lagi dimanjakan oleh Google. Saya mengatakan ini karena saya tidak banyak melihat perubahan dari fitur-fitur yang ada di Blogspot.

    Salam kenal 😀

  4. Selamat mbak… Semoga dengan platform WP ini blognya semakin berkembang . Untuk penggunaan platform sendiri, semuanya memang ada sisi baiknya dan sisi jeleknya. WP tiap waktu harus update versi, kalau tidak maka besar kemungkinan akan mengganggu tampilan blog, begitu jg dengan plugin2 yg jg ada update. Jika tidak ada update maka kemungkinan akan bug yg mengganggu tampilan blog. Selain itu, jika rajian posting di WP dengan menyertakan banyak gambar maka akan mengurangi space hosting dan diperlukan biaya tambahan untuk itu. Dan banyak juga yang lainnya.
    Begitu juga dengan Blogger, ada sisi baik dan sisi buruknya tergantung siapa yang menggunakan dan memanfaatkan platform yang satu ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *